INTANI GREEN BUSINESS HUB
Panen Padi Temanggung Tembus 10 Ton, Komisi IV DPR RI Dorong Penerapan Pupuk Berimbang Sintetis dan Hayati
Budidaya padi di Temanggung mengurangi pupuk sintentis (kimia) menjadi 70% ditambah 6 liter PHC Pureplant. Hasilnya? Panen 10,2 Ton
10/3/20262 min baca


TEMANGGUNG - Anggota Komisi IV DPR RI Ir Panggah Susanto MM mendorong penerapan sistem pemupukan berimbang untuk meningkatkan produktivitas padi nasional.
Pemupukan dengan penguragan pupuk sintetis (kimia) dan penambahan pupuk hayati cair terbukti menaikkan hasil panen signifikan.
Panggah Susanto menginisiasi demplot padi di 3 wilayah di Pulau Jawa dengan pola pemupukan berimbang, masing-masing seluas 5 hektar di Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta, Temanggung Jawa Tengah, dan Kabupaten Bandung Jawa Barat. Program kolaborasi anggota Komisi IV DPR RI bersama Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, PT Pupuk Indonesia (Persero) dan produsen pupuk hayati PT Intani Bumi Lestari (IBL) bersama PT Indoraya Mitra Persada 168.
Ada tiga perlakuan dalam pola pemupukan. Salah satunya yang signifikan adalah aplikasi pupuk sintetis sebanyak 70 persen (pengurangan 30 persen) ditambah 6 liter pupuk hayati cair (PHC) Pureplant.
"Hasilnya kenaikan produksi rata-rata 40 persen, dari sebelumnya rata-rata 6 ton per hektar naik menjadi 10 ton lebih per hektar," ungkap Panggah Susanto saat panen di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto Kabupaten Temanggung, seluas 5 hektar, Selasa, 30 September 2026.
Hasil ubinan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Temanggung menghasilkan produksi panen 10,2 ton per hektar, pada masa tanam musim kering tersebut.
Sebelumnya panen padi di Bantul di luasan 5 hektar menghasilkan produksi padi 10,4 ton per hektar, dari sebelumnya rata-rata 6 ton. Sementara di Ciparay Kabupaten Bandung yang biasanya panen antara 6 ton sampai 7 ton meningkat menjadk 9,7 ton per hektar.
"Saya laporkan kegiatan dan hasil panen ini kepada Ketua Komisi IV DPR RI Ibu Titiek Soeharto dan Menteri Pertanian Bapak Andi Amran Sulaeman,"ungkap Panggah Susanto.
Panggah didampingi Kepala Desa Plosogaden Sutarno, Ketua Umum Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) Guntur Subagja Mahardika yang juga pendiri PT Intani Bumi Lestari, Direktur Utama PT Indoraya Mitra Persada 168 Atik Chandra, Camat dan Muspika setempat, serta perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Temanggung dan PT Pupuk Indonesia wilayah Jawa Tengah - DIY.
Panggah menyebutkan dengan peningkatan produksi signifikan dapat mendorong kemandirian dan swasembada pangan nasional. Juga meningkatkan pendapatan petani.
Kepala Desa Plosogaden Sutarno bergembira karena peningkatan produksi padi petani di wilayahnya akan meningkatkan pendapatan petani. Ia berharap program ini dikembangkan di seluruh wilayah di Desa Ploso Gaden dan desa-desa lain di Kecamatan Candiroto dan wilayah Kabupaten Temanggung.
Ketua Umum Intani Guntur Subagja Mahardika mengapresiasi langkah anggota Komisi IV DPR bersama Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian dengan penerapan pupuk berimbang tersebut.
Ia memaparkan Intani konsen untuk pengembangan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan. Dengan pola pemupukan berimbang dan pengaplikasian PHC Pureplant, sebutnya, dapat menyehatkan tanah, meningkatkan produksi, dan juga efisien biaya. Selain Pureplant juga dilengkapi pembenah tanah organik (PTO) HumicGen saat pengolahan lahan.
Pureplant adalah hasil riset terbaru yang diproses laboratorium PT IMP 168 secara presisi dan modern. Hasilnya adalah produk pupuk yang terstandar yang memiliki kandungan mikro organisme lokal dan zat penumbuh tanaman (ZPT). Sementara HumicGen terdiri dari asam humat dan karbon aktif.
"Intani melalui PT Intani Bumi Lestari berkolaborasi dengan PT IMP 168 karena memiliki visi sama pengembangan pertanian ramah lingkungan yang sehat dikonsumsi masyarakat, disamping untuk menyehatkan tanah dan peningkatan produksi pertanian,"tutur Guntur.***
intani
Contact
Newsletter
0888-163-8000
© 2025. All rights reserved. Intani x Enprost Indonesia
