INTANI GREEN BUSINESS HUB
Pakai Pupuk Cair Pureplant, Petani Nambah Cuan 20 Juta Rupiah
Pupuk hayati cair Pureplant mampu meningkatkan produksi rata-rata 30-40 persen.
10/3/20263 min baca


BANTUL – Demplot budidaya padi seluas 5 hektar yang dibudidayakan oleh Kelompok Tani Lestari Nogosari, Kelurahan Trirenggo, Kabupaten Bantul, mencetak rekor baru produksi padi di wilayah tersebut. Hasil nyata panen yang dilakukan petani menghasilkan lebih dari 10 ton per hektar.
Hasil produksi ini merupan penerapan pola pemupukan berimbang dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia menjadi 70% dan sisanya menggunakan pupuk hayati cair (PHC) Pureplant sebanyak 6 liter per hektar. “Hasilnya bagus sekali, anakan mencapai 55 anakan dan bulirnya banyak,”ungkap Sunarya, Ketua Gabungan Kelompok Tani Gemah Ripah Kelurahan Trirenggo, yang membina Kelompok Tani Lestari Nogosari.
Laporan Kelompok Tani Lestari Nogosari mengenai hasil panen yang diterima pada Kamis, 17 September 2026,menunjukkan produksi padi dengan pola pemupukan berimbang dengan komposisi 70 persen pupuk sintetis (kimia) dan Pureplant merupakan hasil terbaik, mencapai 10.097 kilogram per hektar. Sementara demplot yang menggunakan 100% pupuk kimia (tanpa tambahan pupuk hayati) hanya menghasilkan 6.624 kilogram per hektar, dan perlakuan pola pemupukan 100% pupuk kimia ditambah pupuk hayati cair Pureplant menghasilkan 7.534 kilogram per hektar.
Peningkatan produksi cukup tinggi mencapai 30 persen dari biasanya produksi padi di kawasan Trirenggo Bantul tersebut di kisaran 7 ton per hektar. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo berharap pola budidaya tersebut dapat dikembangkan ke daerah lainnya sehingga produksi padi di Kabupaten Bantul akan meningkat signifikan dan bahkan bisa surplus sehingga bisa mensuplai padi ke daerah lainnya.
Program demplot dengan sistem pemupukan berimbang merupakan kerjasama antara pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI dengan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Direktorat Pembenihan Kementerian Pertanian, produsen pupuk PT Pupuk Indonesia (Persero), serta Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani), PT Intani Buli Lestari dan PT Indoraya Mitra Persada 168 yang memproduksi pupuk hayati cair (PHC) Pureplant dan pembenah tanah organic (PTO) HumicGen. Demplot dikembangkan di Bantul Yogyakarta, Kabupaten Bandung Jawa Barat, dan Kabupaten Temanggung Jawa Tengah, dengan luasan masing-masing 5 hektar, total 15 hektar. Program ini untuk mendukung swasembada pangan nasional berkelanjutan dan meningkatkan produktivitas pertanian. Lokasi demplot merupakan wilayah binaan pimpinan dan anggota DPR RI Siti Hediati (Bantul), Panggah Susanto (Temanggung), dan Dadang Naseer (Kabupaten Bandung).
Panen rakyat demplot budidaya padi di Bantul dilaksanakan pada Selasa, 15 September 2026. Hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan Gabungan Kelompok Tani Gemah Ripah Trirenggo Bantul tersebut Direktur Pembenihan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc, Direktur Pupuk Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Syamsudin, M.Sc, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bantul Joko Waluyo, Manajer Senior Wilayah DIY Jateng PT Pupuk Indonesia, Jeff Narapati, Lurah Trirenggo Ernawati Kusumaningsih, Direktur Utama PT Indoraya Mitra Persada 168 Atik Chandra, dan Ketua Umum Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) yang juga pendiri PT Intani Bumi Lestari, Guntur Subagja Mahardika.
Direktur Pupuk Kementan, Dr. Syamsudin, mengapresiasi langkah kolaborasi penerapan pupuk berimbang untuk meningkatkan produksi padi yang dilakukan, salah satunya di Trirenggo Kabupaten Bantul. “Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Intani sangat baik dan terukur dalam program swasembada pangan berkelanjutan, jarang demplot seperti ini yang bisa meningkatkan produktivitas,”ungkap Doktor Syamsudin.
Ia mengegaskan, apabila ada inovasi dengan sistem budidaya yang diperbaiki mampu meningkatkan produksi padi mencapai 10 ton merupakan sebuah hasil inovasi yang baik dan selaras dengan program pemerintah yang sedang fokus meningkatkan produksi padi melalui program PM-AAS, yang merupakan singkatan dari Pertanian Modern Advance Agriculture System.
Pemerintah konsens membantu petani antara lain untuk memenuhi kebutuhan pupuk sebanyak 18.713 ton, terdiri dari urea dan NPK. Dari sejumlah itu, 62 persen adalah diserap petani padi. Tercatat ada 14,6 juta petani dan yang sudah menebus pupuk bersubsidi mencapai 10 juta petani.
Direktur Pembenihan Kementerian Pertanian, Dr. Ladiyani Retno Widosari, mendukung program ini sejak awal. Ia yang memfasiltiasi penyediaan benih, sementara pupuk kimia non-subsidi didukung oleh PT Pupuk Indonesia. ‘
Direktur Benih Ladiyani menegaskan pemilihan benih yang unggul dan pola pemupukan berimbang terbukti mampu meningkatkan produksi yang tinggi. Sistem ini juga mengatasi permasalahan tanah di Indonesia yang saat ini sebagaian besar kritis, sehingga dengan aplikasi pupuk hayati cair kondisi tanah pertanian menjadi sehat kembali. Pola ini dapat dikembangkan ke wilayah lainnya dalam rangka mendukung program pemerintah swasembada pangan.
Ketua Umum Intani Guntur Subagja Mahardika menjelaskan, tiga tujuan utama penerapan sistem pemupukan berimbang memadukan antara aplikasi pupuk sintentis dengan pupuk hayati cair Pureplant. Pertama adalah untuk memperbaiki kondisi tanah pertanian yang rusak dan kritis. Kedua untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Dan, ketiga adalah untuk efisiensi dan menekan biaya produksi, “Dengan tiga hal tersenut otomatis pendapatan dan kesejahteraan petani akan meningkat. Sekedar ilustrasi, setiap kenaikan produksi 1 ton per hektar pendapatan petani bertamah sekitar Rp 7 juta rupiah. Di Bantul naiknya bisa mencapai 3 ton, artinya cuan petani naik nambah sekitar Rp 20 juta,”ujar Guntur.***
intani
Contact
Newsletter
0888-163-8000
© 2025. All rights reserved. Intani x Enprost Indonesia
