Intani, Mitra Mikro, dan Sinarmas Cetak Young Farmer Penggerak Desa

Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) dan Yayasan Mitra Mikro bersama PT Sinarmas Agribusiness and Food Tbk (SMART Tbk) menyelenggarakan program TANI (Training for Agricultural New Innovators) 2026 – Young Farmer. Pelatihan yang merupakan program Youth Development Sinarmas ini diselenggarakan selama 3 (tiga) bulan di kawasan pertanian Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

10/7/20262 min baca

BERASTAGI – Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) dan Yayasan Mitra Mikro bersama PT Sinarmas Agribusiness and Food Tbk (SMART Tbk) menyelenggarakan program TANI (Training for Agricultural New Innovators) 2026 – Young Farmer. Pelatihan yang merupakan program Youth Development Sinarmas ini diselenggarakan selama 3 (tiga) bulan kawasan pertanian Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Program yang dimulai sejak 17 September hingga 12 Desember 2026, didikui sebanyak 10 pemuda desa di sekitar perkebunan Sinarmas di Sumatera Utara, Riau, dan Sumatera Selatan. Mereka adalah pemuda terpilih dari sejumlah pendaftar yang berminat mengikuti program tersebut.

Intani menggandeng UPTD Benih Induk Hortikultura (BIH) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara dan Universitas Quality Berastagi (UQB) dalam pelaksanaan program tersebut. Para peserta mengikuti pelatihan mengenai pertanian dan hortikultura, peternakan dan perikanan, teknologi pertanian, dan agribisnis. Mereka juga dibekali soft skill mengenai praktek bisnis, pemasaran, digital, komunikasi, dan kapasitas personal.

Ketua Umum Intani Guntur Subagja Mahardika menjelaskan program ini untuk menyiaptkan pemuda desa menjadi fasilitator pertanian dan pemimpin lokal yang dapat menggerakkan masyarakat desa, khususnya pemuda, untuk membangun ekonomi di desanya masing-masing. “Pelatihan dilaksanakan intensif, bukan hanya untuk pemahaman mengenai pertanian, tapi juga untuk membangun karakter dan kepercayaan diri pemuda desa untuk menjadi agen perubahan,”ungkap Guntur.

Program mencetak young farmer ini merupakan salah satu prioritas program Intani selama ini, dalam upaya mengatasi krisis regenerasi petani di Indonesia. Seiiring dengan itu, pihak SMART Tbk memiliki program yang sama sehingga kolaborasi Intani dengan Sinarmas saling memperkuat dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan pemuda dan masyarakat desa.

Berbeda dengan pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan pada umumnya, program TANI ini hanya memberikan teori sekitar 10 persen. Sebanyak 50 persen adalah praktek lapangan dan 20 persen coaching dari fasilitator dan praktisi pertanian serta bisnis. Para peserta juga membuat demonstration plot (demplot) sehingga mereka praktek langsung mulai mengolah lahan, merawat, hingga panen nanti menjelang akhir program.

Program young farmer diharapkan dapat menjadi salah satu model peningkatan kapasitas (capacity building) pemuda dalam bidang pertanian dan turunannya. “Kami mengapresiasi Sinarmas yang konsens pada pemuda-pemuda di sekitar kebun dan berkolaborasi dengan kami untuk mencetak mereka menjadi pemuda mandiri, memiliki skill yang menjadi pelaku pertanian modern dan wirauasaha,”ujar Guntur yang juga Pembina Yayasan Mitra Mikro.***