Guntur Subagja Mahardika, Membangun Ekonomi Rakyat Berdampak Sosial dan Lingkungan

Ia social entrepreneur yang juga ahli dalam kebijakan publik.

5/3/20265 min read

Guntur Subagja Mahardika adalah seorang figur publik yang multi-talenta. Ia adalah pengusaha, akademisi dan peneliti, praktisi media, dan terlibat dalam kegiatan politik, khususnya pada masa Pemilihan Umum 2019 dan 2024.

Dalam profesinya sebagai pengusaha, Guntur menitikberatkan pada social entrepreneurship dan investasi berdampak. Ia menjadi social entrepreneur (sosioprenuer), yang mengusung prinsip bisnis harus berdampak sosial, lingkungan, dan ekonomi. “Tidak semata-mata mencari keuntungan, tapi juga harus memberikan dampak pada masyarakat dan tidak merusak lingkungan,”tuturnya.

Guntur mengembangkan usaha pada sektor pangan, properti, media dan teknologi informasi. Pada sektor pangan ia mendirikan komunitas untuk ekosistem pertanian, peternakan, dan perikanan, yaitu Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani). Organisasi ini fokus dalam pemberdayaan dan peningkatan kapasitas petani, peternak, dan nelayan. Ekosistem ekonomi kerakyatannya diwadahi melalui Koperasi Produsen Agro Maritim Nusantara (Agromania), yang didirikannya. Di sektor hulu pertanian, Guntur memproduksi pupuk hayati cair dan pupuk organik untuk memperbaiki dan menyuburkan tanah serta meningkatkan produksi petani melalui PT Intani Bumi Lestari yang ia dirikan. Perusahaan ini juga menjadi aggregator dan off-taker komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan, serta mengembangkan industri hilirisasi.

Selain pertanian, Guntur membina Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Melalui Yayasan Mitra Mikro ia memberikan pendampingan, kurasi, dan agregasi produk-produk usaha mikro dan kecil di desa-desa. Ia juga sedang mengembangkan Mitra Mikro UMKM Hub untuk menjembatani usaha-usaha mikro dan kecil masuk ke toko ritel modern, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pasar nasional, dan ekspor. “Kami ingin mengembangkan produk-produk lokal berkualitas, menembus pasar nasional dan global,”tutur Guntur.

Di sektor pertanian dan UMKM ini Guntur S Mahardika konsens mencetak generasi muda petani dan generasi muda wirausahawan. Melalui program pelatihan, webinar inspirasi bisnis, dan program inkubasi bisnis diharapkan mampu mencetak ribuan para entrepreneur muda yang mengembangkan potensi-potensi lokal menjadi program berkelas. Dan, ia konsens pada ekonomi rakyat berkelanjutan. Karenanya, program-programnya diarahkan ramah lingkungan. Melalui Yayasan Mitra Mikro juga Guntur mengembangkan Green Waqf (Wakaf Hijau) untuk reforestasi dan konservasi lahan kritis termasuk bantaran sungai, sejak 2025. Mulai tahun 2026, Green Waqf dikolaborasikan dengan Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (LWMUI), Lembaga Pemulian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam MUI (LPLH SDA MUI), dan Emil Salim Institute.

Masih dalam pemberdayaan ekonomi, Guntur Subagja pernah menjadi Direktur Yayasan Dompet Dhuafa Republika yang konsens dan pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan, pada 2019-2020. Dan ia menjadi Direktur Utama PT DD Corpora, induk usaha social enterprise Dompet Dhuafa yang memayungi sekitar 17 unit bisnis, diantaranya 9 rumah sakit, beberapa klinik kesehatan, travel, property, dan pendidikan. Pada 2020 Guntur mengundurkan diri karena saat itu ia menjadi tim Wakil Presiden Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin sebagai Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI Bidang Ekonomi dan Keuangan. Ini menjadi pengalamannya berkarya di pemerintahan dan sektor publik, setelah beberapa tahun sebelumnya ia juga pernah menjadi Tim Asistensi Telematika Departemen Keuangan RI, dan tim dalam pengembangan Pariwisata Halal di Kementerian Pariwisata RI. Dan bersama perusahaanya di bidang konsultan, ia juga pernah menjadi konsultan komunikasi strategis Bank Indonesia selama beberapa tahun.

Sebelum pandemi, Guntur menggeluti bisnis properti. Tidak tanggung-tanggung, salah satu proyeknya adalah membangun sebuah apartemen di Kota Depok, Jawa Barat. Ia bekerjasama dengan perusahaan developer grup Laguna dan investor untuk mewujudkan tower apartemen yang menyasar pasar kelas menengah dan mahasiswa di sekitar Depok: antara lain mahasiswa Universitas Indonesia, Universitas Gunadarma, dan Universitas Pancasila. Perusahaannya mengelola manajemen pemasaran dan investasi. Apartemen itu sudah terwujud satu tower dari rencana 9 tower yang akan dibangun, namanya Grand Zamzam Tower, yang terinspirasi dari nama gedung properti di Mekkah. Namun, krisis pandemi Covid-19 yang berdampak pada krisis ekonomi berkepanjangan, harus menunda kelanjutan pembangunan tower-tower berikutnya.

Ia memulai karirnya selepas lulus kuliah sebagai jurnalis di media terkemuka Harian Republika yang didirikan Prof. Dr. BJ. Habibie. Saat itu, koran Republika menjadi media papan atas, yang tidak mudah masuk menjadi jurnalisnya. Lima tahun di Republika, ia mengundurkan diri dan mengembangkan bisnis media dan teknologi informasi. Pengalamannya sebagai koordinator Deskn Ekonomi dan Politik yang mengomandoi para redaktur hampir separo halaman koran Republika, ia menghindupkan kembali koran Harian Ekononomi Neraca yang sudah mati. Ia menjadi Pemimpin Redaksi di Neraca. Seiring dengan itu, ia mendirikan Indonesia News Network (INN) yang antara lain melahirkan beberapa media: majalah dan surat kabar, diantaranya majalah MODAL, koran Business Journal, dan Indonesia Finance. Beberapa tahun menjelang pandemi, ia menghentikan bisnis media tradisionalnya dan mengembangkan media digital dan platform berbasis teknologi informasi. Platform digitalnya antara lain sistem aplikasi mobile teller untuk kopeasi pembiayaan mikro koperasi/BMT dan aplikasi Desa Digital Global (Dedigo). Ia juga sempat menjadi komisaris perusahaan modal ventura PT PBMT Ventura yang memayungi ratusan koperasi simpan pinjam syariah (Baitul Mal wa-Tamwil/BMT). Sekarang, melalui PT Televisi Desa Mediatama mengembangkan TV Desa yang merupakan media berbasis internet dan platform Youtube. Selain itu juga merintis Tani TV sebagai media pertanian, peternakan, dan perikanan.

Bukan hanya di bisnis, Guntur juga aktif dalam organisasi sosial kemasyarakatan. Ia menjadi pengurus Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebagai wakil ketua. Pada organisasi pertanian nasional terbesar Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Guntur menjadi Dewan Pakar sejak masa periode kepemimpinan Jenderal Dr. Moeldoko dan saat ini dipimpin Dr. Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian. Ia juga menjadi Dewan Pakar Asosiasi Pedagang Mie Bakso Nusantara Bersatu (Apmiso) dan Forum Bumdes Indonesia (FBI). Guntur menjadi pembina Insan Pariwisata Indonesia (IPI), Penasehat Perhimpunan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) pusat, dan anggota Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Kota Tangerang Selatan. Ia turut membidani organisasi Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) dan menjadi pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Dalam politik, sampai saat ini Guntur tidak masuk partai politik. Ia memilih terlibat dalam gerakan politik nasional melalui organisasi Arus Baru Indonesia (ARBI), yang kini dipimpinnya sebagai ketua umum. Guntur Subagja sebagai Tim Ekonomi ARBI terlibat dalam pemenangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Dan pada tahun 2024, selaku ketua umum, ia membawa ARBI memberikan dukungan penuh kepada pasangan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming. ARBI pun terdaftar resmi sebagai organisasi relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo – Gibran pada Pemilihan Presiden tahun 2024. Pada masa kampanye 2024, Guntur menggelar forum “Curcol Tukang Bakso bersama Prabowo” yang dihadiri sekitar 1.000 tukang bakso, pedagang kaki lima, dan pedagang pasar, di gedung Sumarecon Bekasi, Jawa Barat. Jenderal Prabowo Subianto, hadir dalam dialog yang diselenggarakan Yayasan Mitra Mikro tersebut.

Dalam politik, sebenarnya Guntur sudah terlibat sejak awal pencalonan Joko Widodo menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 2012. Bersama gurunya, Prof. Dr. Gunawan Sumoniningrat, ia mendirikan Jokowi Center di Menteng Jakarta. Bersama sahabatnya, Nasyith Majidi, Heru Cahyono (almarhum), dan Bimo Putranto, ia mengawal pencalonan Jokowi sejak sebelum memperoleh "kendaraan" partai politik untuk DKI 1. Dalam kegiatan politiknya Guntur lebih banyak di belakang layar, tidak menonjolkan diri ke publik.

Sebagai peneliti dan akademisi Guntur memimpin pusat riset Center for Strategic Policy Studies (CSPS) Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia, sebagai ketua sejak tahun 2020 – 2026. Mulai bulan April 2026, CSPS dikonsolidasikan ke dalam induknya Center for Strategic and Global Studies (CSGS) UI, dan Guntur menjabat sebagai Ketua Kelompok Kajian Kebijakan Strategis (Strategic Policy Studies) CSGS Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) Universitas Indonesia. Ia juga aktif menjadi narasumber media, televisi, seminar, dan memberikan kuliah tamu (guest lecture) pada beberapa perguruan tinggi, antara lain Universitas Indonesia dan Institut Pertanian Bogor (IPB University).

Guntur Subagja Mahardika memiliki latar pendidikan sebagai sarjana ilmu komunikasi pada Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Islam Nusantara. Pendidikan S-2nya di bidang Ekonomi dan Keuangan Syariah, Program Pascasarjana Universitas Indonesia. Dan kini, ia sedang menyelesaikan studi S-3 ilmu hukum tata negara pada Universitas Krisnadwipayana. Guntur juga mengikuti fellowship program yang diikuti 10 peserta jurnalis dari 10 negara di Seoul National University (SNU), Korea Selatan. Di kampus SNU ia mendalami mengenai industri media, media baru (new media), dan high tech journalism.

Ilmu dan pengalamannya menjadi bekal Guntur berkiprah di masyarakat, khususnya dalam pemberdayaan sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan UMKM yang memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan. Disamping itu, ia tetap aktif melalukan riset, penelitian, analisis, dan memberikan policy brief mengenai kebijakan strategis kepada pemerintah, perusahaan, dan pemangku kepentingan lainnya.*