Budidaya Padi Organik Pureplant di Lembur Pakuan Panen Hari ke-88, Hasil Naik Lebih 360 Persen
BERITA
7/10/20263 min read


SUBANG – Budidaya padi pada lahan kritis di Lembur Pakuan Kabupaten Subang menggunakan pupuk hayati Pureplant dan pembenah tanah organic HumicGen mampu meningkatkan produksi lebih dari tiga kali lipat. Areal demplot lahan pertanian masyarakat seluas 11.200 m2 di Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Subang, tersebut, sebelumnya hanya menghasilkan produksi padi sekitar 1 ton per hektar menjadi 4,760 ton per hektar.
Data tersebut diperoleh dari hasil ubinan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Subang yang dilaksanakan bersama petani di lapangan, Jumat, 10 Juli 2026. Proses pengambilan sampel dengan teknik ubinan dipimpin oleh tim BPS, Didit Hendrawan. Sehari sebelumnya, tim dari Dinas Pertanian Kabupaten Subang juga melakukan sampel ubinan di lokasi tersebut.
“Ini lahan baru bekas kebun rambutan yang dijadikan sawah, sudah tiga kali tanam hasilnya hanya 20 karung atau sekitar satu ton. Saya bahagia, sekarang hasilnya lebih dari 4 ton per hektar,”ungkap Kepala Desa Sukasari, Oleh Solihin yang turut menyaksikan proses pengambilan sampel dengan teknik ubinan tersebut, Jumat, 10 Juli 2026.
Kepala Desa Sukasari menjelaskan sudah beberapa kali melakukan penanaman dengan berbagai metode dan dukungan pupuk baik pupuk konvesional kimia maupun pupuk organik lain. Namun hasil produksinya di bawah rata-rata di areal kawasan Lembur Pakuan tersebut. “Rata-rata produksi padi di sini 3 ton per hektar. Sekarang tanaman yang di lahan ekstrem tersebut sudah bisa 4,7 ton,”papar Olih Solihin sumringah.
Demplot budidaya padi organik seluas 1,12 hektar di Lembur Pakuan ini merupakan program kerjasama Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) dengan Desa Sukasari, yang didukung oleh produsen pupuk hayati cair Pureplant dan pembenah tanah HumicGen PT Indoraya Mitra Persada 168 (IMP 168) bersama PT Intani Bumi Lestari (IBL).
Ketua Intani Provinsi Jawa Barat, Riyan Sumindar, menjelaskan program ini merupakan salah satu komitmen dan partisipasi Intani untuk memperbaiki kesehatan tanah pertanian yang saat ini sekitar 70 persen kritis, meningkatkan produksi, dan meningkatkan efisiensi biaya. “Biaya budidaya padi saat ini terbilang mahal, dengan aplikasi pupuk Purplant dan pembenah tanah HumicGen biaya hanya seperempatnya,”jelas Riyan.
Ia menyebutkan, masa panen padi organik yang 100 persen mengaplikasikan pupuk hayati Pureplant ini juga lebih cepat, hanya 88 hari siap dipanen. Pengambilan sampel ubinan ini dilakukan pada hari ke-86 sejak penanaman tanggal 15 April 2026. “Panen akan dilakukan satu atau dua hari ke depan atau pada hari ke 88. Hasil panen diperkirakan tidak akan jauh selisihnya dari hasil ubinan, bisa lebih tinggi atau lebih rendah sedikit,”ujar insinyur pertanian jebolan Universitas Pajajaran (Unpad) ini.
Riyan optimis pupuk dan pembenah tanah yang diproduksi dan didistribusikan oleh unit usaha Intani PT Intani Bumi Lestari bersama PT Indoraya Mitra Persadsa 168 ini akan membantu para petani untuk meningkatkan hasil panen dan efisien biaya. “Yang kami produksi adalah pupuk berbasis mikro organisme lokal yang 100 persen berasal dari tumbuhan Indonesia,”jelas Riyan.
Rohman, agronomis dari PT IMP 168, menjelaskan aplikasi penggunaan pembenah tanah HumicGen dan pupuk hayati Pureplant sangat mudah. HumicGen diaplikasikan ketika petani mengolah lahan sekitar dua pekan sebelum tanam. Pupuk hayati Pureplant dipalikasikan pada hari ke-7 setelah tanam. Aplikasi berikutnya pada hari ke-14, hari ke 21, dan hari ke 30. “SOP (Standar Operasional Prosedur) dan aplikasinya sangat mudah, pupuk dicampur air kemudian disemprotkan ke areal tanaman, sangat mudah diterapkan petani,’jelas Rohman.
Sekilas Pupuk Hayati Cair Pureplant
Pupuk hayati cair Pureplant adalah inovasi biopupuk yang diformulasikan untuk memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan. Produk ini bekerja dengan cara menghidupkan kembali mikroorganisme baik di dalam tanah.
Mikroorganisme lokal di dalam Pureplant berperan sebagai pabrik biologis tanah. Mereka bertugas mengurai bahan organik, menambat nutrisi dari alam, dan memperbaiki ekosistem tanah:
- Bakteri Penambat Nitrogen (Azotobacter & Azospirillum): Mengambil nitrogen bebas dari udara bebas dan mengubahnya menjadi bentuk yang siap diserap oleh tanaman untuk pertumbuhan daun dan batang.
- Bakteri Pelarut Fosfat & Kalium (Bacillus sp.): Mengurai sisa-sisa pupuk kimia atau fosfat alami yang mengendap dan terikat di dalam tanah agar menjadi cairan nutrisi koloid yang bisa diserap akar.
- Bakteri Fermentasi & Dekomposer (Lactobacillus sp. & Saccharomyces): Mempercepat pembusukan serta daur ulang bahan organik di tanah menjadi humus berkualitas.
Zat penumbuh tumbuhan (ZPT) / (fitohormon) dalam Pureplant berfungsi sebagai stimulus internal yang memerintahkan sel-sel tanaman untuk membelah, memanjang, dan berkembang:
- Auksin (Indole-3-Acetic Acid / IAA): Merangsang perpanjangan sel, mempercepat pertumbuhan tunas baru, dan memicu pembentukan serta pemanjangan akar tanaman secara masif.
- Sitokinin: Mengatur pembelahan sel (sitokinesis). Zat ini berperan penting dalam mematahkan dormansi (istirahat) biji agar cepat tumbuh, memperbanyak jumlah cabang/daun, serta mencegah penuaan dini pada daun dan buah.
- Giberelin: Bekerja sinergis dengan auksin untuk mempertinggi tanaman (pemanjangan batang), memicu pembungaan secara serempak, serta mencegah kerontokan pada buah dan bunga.
Pureplant dapat digunakan untuk tanaman pangan, tanaman hortikultura, perkebunan seperti sawit, kakao, alpukat, mangga, durian, kopi, dan lainnya. Intani bersama PT IMP 168 berkomitmen membangun ketahanan pangan nasional yang mandiri dan berkelanjutan. “Dengan pertanian organic yang ramah lingkungan menghasilkan komoditas pertanian yang sehat dan berkelanjutan,”jelas Ketua Intani Jabar Riyan Sumindar.
***
intani
Contact
Newsletter
0888-163-8000
© 2025. All rights reserved. Intani x Enprost Indonesia
